Sabtu, 15 Desember 2012

senyum manis dibalik biasan cahayanya, Matahariku

I don't want to let you down
I don't want to lead you on
I don't want to hold you back
from where you might belong

ada Air Supply sabtu malam ini, masih seperti sabtu malam di minggu kemaren, udara dingin, sunyi dan hening.
Yaya, Gadis 21 tahun berambut pendek sebahu, dengan softlens yang masih terpasang dibola mata coklatnya tengah berbaring di lantai beralaskan karpet bermotif kotak-kotak coklat dengan paduan lingkaran berwarna abu-abu.
pikiran nya menerawang jauh, serasa kembali  ke hari-hari dimana tak ada air mata yang sengaja jatuh melewati pipi hingga akhirnya berjatuhan pelan.

"aku harus kembali untuk sebuah masa depan" ucap Ibnu lirih
keadaan yang berat, seribu tanya yang masih berkecamuk pagi itu.

15 desember 2012
entah kenapa selalu ada banyangan itu, setiap akan menutup mata
2 orang ini seakan membuat hidup ku berubah 80%
ini bukan masalah cinta, perasaan, sayang, kehilangan dan entahh lahh
aku terlalu bodoh utk mengingat ini.
gak perlu doa lagi untuk buat ku tetap tersenyum,
gak butuh mereka lagi
aku muak, aku jengah
aku lelah untuk smua keadaan ini.
kapan matahariku akan cerah kembali ?
kenapa matahariku membenci hujan ??
kapan matahariku akan muncul si celah awan hitam yg terlihat akan runtuh itu ???

Padang, 28 desember 2011
"selamat pagi, aku akan datang menemui mu secepatnya, ini masa depan ku, masadepan kita,"
selalu itu, "masadepan kita" aku gak bosen denger kata2nya..
heiiiiiii aku selalu, selalu, selalu dan selalu menanti saat itu,
banyak hal yg akan ku lakukan saat pertama aku menatap matamu.
pagi ini, semangat ku karna mu,
matahariku lebih cerah dari matahari mereka,
matahariku satu, selalu muncul dicelah awan hitam hanya untuk mengucapkan "hariku akan terasa sempurna jika setiap paginya kau tersenyum untukku"
matahari ku akan mempersembahkan biasan cahaya nya disetiap hujan mereda, dan matahariku akan tersenyum dibalik keindahan itu.

gadis dengan piyama biru itu perlahan membuka lemari, mengambil sebuah Al-Quran dengan ukuran lebih kecil dari Al-Quran yg dulunya slalu dia bawa saat masih kelas 3 MDA. masih terbungkus rapi dengan plastik bening. "hmmmmm... untuk yg special, akan mengantarnya nanti ketempat indah Nya"
gumam nya sembari membolak balik bagian depan dan belakang Al-Quran bersampul dongker itu.
"ada 1 lagi, klub sepakbola internasional favoritnya" seakaan mendapatkan ide baru.
"hhheeehhhh musti cari dimana ??? gw gak terlalu ngerti dan gak tau kalo masalah ini"
dia kembali berbaring ditempat tidurnya, menaruh Al-Quran kecil dongker itu didadanya.

Padang 30 desember 2011
dipenghujung tahun, 
satu hari lagi, memasuki tahun ke 12 diabad 20.
masihkah seperti pergantian tahun sebelumnya ??
sejak aku beranjak remaja tak sekali pun menikmati pesta kembang api seperti yang diceritakan teman temanku disekolah.
maklumlah saat itu mereka dan termasuk aku masih labil.
aku masih seperti malam-malam biasanya, kalo gak nonton yahh baca novel sesekali baca komik jepang.
dan malam ini aku sempatkan menulis dikertas ini.
walaupun sangat berharap melihat pesta kembang api pergantian tahun dengan nya,
sangat jauh, merengkuh pun tak sampai.

to be continue....

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar